Kisah Pilu Angeline yang Diadopsi Karena Ibunya Tak Ada Biaya Melahirkan

Angeline diadopsi sejak usia 3 hari, karena ibu kandungnya tidak memiliki cukup biaya untuk membayar persalinan.


cucok.com - Ibu kandung Angeline (8), Amidah, tidak terima anaknya menjadi korban pembunuhan. Saat tiba di Instalasi Kamar Jenazah Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, Bali, Amidah histeris dan terus-menerus menangisi Angeline.

"Ibu tidak terima nak kamu diperlakukan begini, siapa yang bunuh kamu nak.. kenapa kamu nak..., " rintihan Amidah, wanita yang melahirkan Angeline 8 tahun yang lalu.

angeline

Menurut Amidah, Angeline adalah anak ke dua dari tiga bersaudara. Amidah sudah tidak pernah menjumpai Angeline sejak usianya baru 3 hari. Angeline di adopsi oleh keluarga Margaretha sejak masih bayi merah.


Amidah merelakan Angeline di adopsi oleh keluarga Margaretha dengan kesepatan, biaya persalinan di lunasi dan Amidah tidak diperkenankan untuk menemui Angeline lagi.


Amidah dan Margaretha tidak pernah saling kenal sebelumnya. Keduanya baru bertemu di Klinik Canggu, Banyuwangi, tempat Angeline dilahirkan. Di situ juga kesepakatan antara keduanya dibuat, Angeline diadopsi oleh Margaretha.


Sebelum diberitakan hilang hingga akhirnya ditemukan sudah tidak bernyawa di rumahnya sendiri, Angeline diketahui sering dimarahi ibu angkatnya, Margaretha. Demikian kesaksian Agus Tai Andamai yang tinggal tidak jauh dari rumah keluarga Margaretha di Jalan Sedap Malam No 26, Sanur, Denpasar.


Menurut Agus, sepulang sekolah, Angeline hanya menghabiskan waktu memberi makan ayam yang di pelihara ibu angkatnya. Bila Ia tidak mau memberi makan ayam-ayam itu, maka Margaretha akan memarahinya.


Masih menurut Agus, kemarahan Margaretha ke Angeline juga disertai kata-kata kasar dan juga ancaman akan mengusirnya dari rumah jika tidak mau memberi makan ayam.


Agus suatu kali pernah melihat hidung Angeline mengeluarkan darah. Menurut anak itu, Ia baru saja dipukuli oleh ibunya. Agus juga sangat kasihan kepada Angeline yang harus berjalan kaki ke sekolah. Padahal jarak sekolah dengan rumahnya mencapai 2 km. Untuk ukuran anak perempuan berusia 8 tahun, jarak itu sangatlah jauh.

Kisah pilu yang diceritakan Agus ternyata berlanjut di sekolah. Menurut Wali kelasnya di SDN 12 Kesiman, Ibu Putu Sri Wijayanti (44), siswi kelas 2 tersebut memang sering berjalan kaki dari rumahnya ke sekolah. Saat tiba di sekolah, Angeline juga cenderung pendiam.

Saat kegiatan belajar, tatapan Angeline tampak kosong, tidak bisa fokus ke pelajaran yang disampaikan oleh guru. Bahkan kadang-kadang, Angeline juga tertidur di meja kelas.

Angeline juga sering terlambat ke sekolah. Setibanya di sekolah, Ia tampak lemas seperti belum makan. Pakaiannya juga lusuh, bahkan kaos kaki putihnya sampai berwarna kecoklatan.

Sebagai wali kelas, Ibu Putu mencoba untuk mengetahui apa yang terjadi dengan Angeline. Hingga akhirnya Angeline mau menceritakan apa yang terjadi di rumahnya. Ternyata Angeline sebelum berangkat sekolah harus memberi makan ayam, anjing, dan kucing milik ibunya terlebih dahulu. Jika tidak, maka Ia tidak boleh berangkat sekolah.

Saking kasihannya kepada Angeline, pernah suatu kali, Ibu Putu memandikannya di sekolah. Kejadian itu terjadi belum lama sebelum Angeline diberitakan hilang. Saat itu Angeline tiba disekolah dalam keadaan sangat dekil.

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Bali juga mempermasalahkan status adopsi Angeline. Menurut informasi, Angeline yang diadopsi saat berusia 3 hari tanpa ada akte kelahiran, hanya ada akte notaris saja.

Polisi sementara ini menyimpulkan kematian bocah kelas 2 di SDN 12 Kesiman, Sanur, Denpasar itu akibat  kekerasan benda tumpul yang mengakibatkan pendarahan otak sebelum akhirnya dikubur di dekat kandang ayam dan ditutupi sampah.

Sebelumnya Angeline dikabarkan hilang sejak Sabtu (16/5) dan ternyata bocah cantik berambut panjang itu ditemukan tewas dikubur di halaman belakang rumahnya.

Amidah, ibu kandung korban, ingin agar Angeline di makamkam di Banyuwangi, tempat kelahirannya sekaligus tempat saudara kandungnya tinggal. Namun ketiadaan biaya dari Amidah untuk membawa jenazah Angeline ke seberang Pulau Bali itu juga menjadi kendala baginya.

RIP_Angeline

Comments

  1. […] pernikahan putra sulung Jokowi, Gibran dan Selvi, serta berita tentang tewasnya gadis manis Angeline atau berita tentang ibu angkatnya yang disinyalir psikopat,  linimasa daring juga dihebohkan […]

    ReplyDelete
  2. […] Hari Anak Nasional 2015, semoga tidak ada lagi kisah seperti Angeline atau Sintya yang baru-baru terjadi dan membuat pemberitaan masif di media. Semoga anak Indonesia […]

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tips Cepat Dapat Rider Go-Jek, Ganti Saja Nama Pemesan Dengan Nama Artis

Nasabah Bank Mandiri di Bengkulu ini Tiba-tiba Terima Uang Rp. 100 Triliun

Trik Marketing Unik Starbucks, Salah Tulis Nama Agar Pelanggannya Kesal!