Ingin Tahu Tentang Investasi Reksadana Secara Lengkap dan Sekaligus Belajar, Disini Tempatnya!

PROINDONESIANBLOGGER.COM: In Investasi Reksadana - Pertumbuhan investasi di Indonesia semakin berkembang pesat. Jenis-jenis investasi di Indonesia juga semakin beraneka ragam. Hal ini dimaksudkan untuk melengkapi kebutuhan masyarakat yang semakin lama semakin beragam juga. Tak heran jika saat ini investasi menjadi sebuah instrument yang sering diperbincangkan oleh berbagai kalangan, dari menengah ke atas hingga menengah ke bawah. Bahkan nenek moyang kita sebenarnya sudah mengajarkan investasi ini sejak dulu. Sayangnya, tidak semua orang mengerti akan pentingnya investasi.


Sebelum membahas tentang investasi reksadana, ada baiknya kita pelajari dahulu tentang Investasi itu seperti apa dan bagaimana, supaya dalam mempelajari tentang investasi reksadana kita bisa menjadi lebih faham bagaimana cara untuk berinvestasi di reksadana (tentunya ini hanya untuk pemula yah, yang baru terjun di bidang investasi).


Berikut ini adalah point-point bahasan penting yang perlu di pelajari tentang sebuah Investasi sebagai berikut:


A. Apa itu Investasi?


Banyak sekali definisi mengenai investasi, seperti yang tertulis di bawah ini:





  1. Merupakan sebuah pengorbanan dalam menunda pengeluaran untuk mendapatkan hasil berupa keuntungan di masa yang akan datang.




  2. Investasi juga bisa diartikan sebagai kegiatan untuk menanam atau menabungkan aset dengan harapan dapat menikmati hasil yang lebih banyak dalam periode tertentu.




  3. Dan masih banyak lagi definisi investasi lainnya.




Apapun definisi investasi, tujuannya adalah sama, yaitu sebuah upaya untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar di masa depan.


B. Mengapa Kita Perlu Berinvestasi?


Banyak sekali alasan yang lahir dari kata investasi. Kebutuhan hidup yang semakin meningkat dan ketidakpastian keuangan menjadikan investasi semakin masyhur dan terkenal. Namun alasan orang untuk berinvestasi sangatlah beragam, berikut beberapa alasan mengapa kita perlu berinvestasi:





  1. Kebutuhan akan keuangan di masa yang akan datang




Tak hanya masa kini, perencanaan akan keuangan di masa yang akan datang sangat perlu untuk dilakukan. Sebab, keuangan kini dan nanti memang tidak bisa dipastikan besarannya. Meskipun instrument untuk forecast kebutuhan hidup di masa yang akan datang semakin banyak, namun itu tidak cukup menjawab pertanyaan apakah pada masa itu uang kita cukup untuk membeli kebutuhan kita.





  1. Mengimbangi inflasi yang semakin meningkat setiap tahunnya




Inflasi cenderung naik setiap tahun. Berdasarkan data statistik, kenaikannya adalah sebesar 7% hingga 10% per tahun. Dengan inflasi yang terus meningkat, maka nilai mata uang juga semakin turun dan harga-harga barang mengalami peningkatan. Hal inilah yang kemudian membuat kebutuhan yang sama menjadi berbeda nilai dan harganya di masa yang akan datang.





  1. Keinginan untuk mengembangkan atau menyeimbangkan harga aset




Jika saat ini anda sudah memiliki tabungan, bisa jadi nilai tabungan anda akan kalah nilainya dengan harga barang di kemudian hari. Sebabnya, tabungan hanya memiliki nilai return yang kecil, bahkan jauh dari kenaikan persentase inflasi. Tabungan sangat pas jika dijadikan dana mendesak dan investasi adalah jawaban untuk kebutuhan jangka panjang anda.


C. Siapa Yang Perlu Berinvestasi?


Dengan menangkap tujuan dan alasan orang berinvestasi, maka investasi ini sangat perlu dilakukan oleh semua orang, khususnya yang sudah memiliki pendapatan sendiri.





  1. Karyawan




Pendapatan setiap bulan berupa gaji yang didapatkan oleh karyawan memang cukup untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Namun, kesadaran untuk berinvestasi menjadi hal penting yang harus dipilih dan dilakukan oleh karyawan untuk mengimbangi inflasi yang terus naik. Kenaikan gaji karyawan yang tidak signifikan menjadi sebab utama perlunya karyawan berinvestasi. Apalagi jika karyawan terus-terusan memilih menyimpan asetnya hanya di tabungan dan deposito yang notabene aman tetapi bukan instrument terbaik.





  1. Wirausahawan




Perputaran uang harian seorang wiraswasta tentunya sangat fluktuatif. Keuangan ini akan stabil di tahun-tahun tertentu, namun ada beberapa hal yang dapat menyebabkan omset turun di saat-saat tertentu juga. Salah satu contoh, penjual mobil bekas. Saat hujan melanda dan mesin banyak mati, tentu harga mobil yang tadinya selangit bisa jadi turun drastis. Pokoknya, asal tidak rugi, tidak untung pun tidak masalah.





  1. Profesi lainnya




Petani, nelayan, pengacara, dokter, pegawai negri sipil dan profesi-profesi lainnya juga merupakan orang-orang yang harus berinvestasi. Sebabnya sama, nilai uang yang mereka dapatkan sekarang tidak sama dengan nilai uang di masa yang akan datang.


Kesimpulannya, semua orang yang sudah memiliki usaha dan pendapatan sangat perlu berinvestasi. Salah satu tujuannya adalah untuk menggapai mimpi di masa depan. Karena investasi adalah sebuah instrumen jangka panjang.


C. Kapankah Waktu Yang Tepat Untuk Mulai Berinvestasi?


Investasi pada dasarnya sangat mirip dengan berdagang atau jual beli. Kapan anda beli dan kapan anda menjualnya kembali untuk mendapatkan keuntungan. Pertanyaannya, apakah pada saat anda mulai berinvestasi itu harga yang anda keluarkan sebagai modal adalah kecil? Sehingga sewaktu anda menjualnya kembali harganya meningkat dan anda mendapatkan untung.


Kesadaran akan berinvestasi memang penting, namun memilih waktu yang tepat untuk berinvestasi juga tak kalah penting. Jika anda menanyakan kapan waktu tersebut, maka jawabannya adalah kapan pun anda memiliki uang. Seperti hanya berjualan, ada kemungkinan untung, ada juga kemungkinan untuk rugi. Saat yang tepat untuk berinvestasi adalah saat anda tidak menunda-nundanya lagi. Mengingat kembali sebuah pepatah, saat yang paling baik berinvestasi adalah 20 tahun lalu, dan saat terbaik setelahnya adalah sekarang.


D. Bagaimanakah Cara Berinvestasi Yang Tepat?


Saat awareness untuk berinvestasi sudah ada dan anda ingin berinvestasi, berikut beberapa tips mudah yang bisa anda ikuti:





  1. Pilihlah saat yang tepat




Saat yang tepat untuk berinvestasi adalah sekarang, saat anda mempunyai uang.





  1. Cari tahu investasi yang sedang trend dan menghasilkan




Misalnya, tahun ini bisnis property sedang bagus-bagusnya dan kemungkinan memiliki ketahanan jangka panjang. Oleh karena itu, property bisa menjadi salah satu instrument pilihan anda dalam berinvestasi. Tapi tetap mengikuti perkembangan investasi anda dari waktu ke waktu.





  1. Pilihlah salah satu yang terbaik dan sesuai dengan keuangan anda




Memilih saja tidak cukup, mencari yang memiliki return sesuai dengan kebutuhan anda di masa yang akan datang memang penting. Akan tetapi memilih yang sesuai dengan kemampuan anda saat ini juga tak kalah penting. Sesuaikan investasi anda dengan kemampuan anda dalam hal keuangan. Jika anda memang memiliki tabungan berkala maka pilih instrument yang memungkinkan anda untuk membayar berkala, sebaliknya jika anda memiliki dana lebih (missal warisan) dan ingin mengembangkannya, pilihan sekali tanam merupakan investasi yang tepat (contoh, beli tanah atau property).





  1. Cari yang anda kuasai




Instrument investasi yang semakin beragam membuat anda harus meningkatkan knowledge. Apalagi jika anda sudah menjatuhkan pilihan pada salah satu instrument. Jika anda merasa kurang menguasai, maka perbanyaklah membaca untuk menambah penguasaan anda terhadap investasi pilihan anda tersebut.





  1. Ingat, Investasi untuk jangka panjang




Hilangkan pikiran untuk berfoya-foya dengan hasil investasi di waktu dekat. Karena investasi memang khusus untuk simpanan jangka panjang. Kenapa demikian? Pertumbuhan investasi tak akan terlihat signifikan jika anda hanya menahannya dalam waktu yang relatif sebentar (missal setahun, dua atau tiga tahun saja).





  1. Selalu melakukan evaluasi dan perhitungan secara berkala




Investasi anda harusnya menguntungkan bukan? Hal inilah yang kemudian anda harus memperhatikan investasi anda, evaluasilah secara berkala. Agar anda dapat mendapatkan hasil maksimal untuk investasi terbaik anda. Hal ini juga bisa menjadi cara terbaik agar anda mendapatkan instrument lain yang cocok dan menguntungkan untuk anda.


E. Berinvestasi Di Mana?


Semakin banyaknya peminat investasi, mengakibatkan semakin beragamnya instrument investasi di Indonesia. Jika orang terdahulu lebih memilih berinvestasi di tanah, emas, dan atau property. Sekarang pilihan investasi semakin beraneka macam. Tentunya untuk melengkapi kebutuhan hidup manusia, ada yang memiliki modal minimum, ada yang menginginkan investasi berkala, ada yang menginginkan hasil besar dengan resiko yang biasa saja, dan lain-lain. Berikut pilihan-pilihan investasi:





  1. Kas atau tunai




Investasi bisa anda lakukan dengan menyimpan dana tunai anda dalam deposito dan atau tabungan. Meski jenis ini memiliki nilai kembalian yang cenderung kecil dan tidak tertinggal dari inflasi, namun tingkat keamanannya sangat bagus karena dilindungi oleh pemerintah.





  1. Aset terlihat




Contohnya rumah, emas, dan barang-barang lainnya. Harga rumah dan tanah yang selalu naik setiap tahun menjadikan instrument investasi yang satu ini semakin dilirik. Sayangnya, ibarat uang logam yang selalu memiliki dua sisi, jenis investasi satu ini juga memiliki kelemahan, yaitu tidak mudah dijual sewaktu-waktu saat dibutuhkan. Belum lagi, biaya perawatan rumah dan pajak bumi bangunan yang juga naik. Apalagi ada risiko-risiko yang membuat harganya bisa jatuh, salah satunya adalah dipasangnya sutet di dekat rumah, atau lahan rawan longsor.





  1. Saham




Bermain saham menjadi pilihan beberapa orang yang menginginkan return tinggi. High risk high return adalah kalimat yang cocok untuk investasi jenis ini. Modal yang dibutuhkan untuk bermain saham juga tidaklah sedikit. Kisarannya sudah di angka puluhan juta, hingga minimal 50 juta rupiah. Apalagi dengan bermain saham, seseorang dituntut untuk tahu perkembangan saham yang fluktuasinya sangat cepat.





  1. Obligasi dan surat-surat berharga lainnya




Jenis ini biasanya dipilih oleh orang-orang yang menginginkan return cukup tinggi atau mampu mengejar inflasi namun tidak terlalu beresiko. Bagusnya lagi, obligasi ini diterbitkan oleh pemerintah dan swasta. Untuk beberapa jenis obligasi juga ada yang memberikan penghasilan secara berkala. Untuk hasil, obligasi jangka pendek belum bisa mengejar ketertinggalannya dari laju inflasi.





  1. Reksadana




Ini adalah pilihan terlengkap untuk para investor yang menginginkan hasil bagus namun tidak ingin capek dan berisiko tinggi. Sebab dengan reksadana, dana anda akan tetap aman, dan akan dikelola oleh ahlinya langsung. Orang-orang yang tergabung dalam manajer investasi ini bisa memilihkan strategi investasi dan mengelola dana anda untuk mendapatkan hasil terbaik.


Nah itulah point-point penting yang perlu kita pelajari dalam memulai sebuah investasi, pelajarilah dengan baik dan benar. Untuk materi selanjutnya Anda bisa mulai belajar tentang Investasi Reksadana melalui sub judul lanjutan dari materi kita di atas sebagai berikut:


A. Apa Itu Investasi Reksadana?


Secara garis besar pengertian reksadana adalah wadah di mana dana para investor dikumpulkan untuk kemudian dikelola oleh manajer investasi. Dengan pengertian ini, ada 3 unsur utama reksadana, yaitu:





  1. Merupakan kumpulan dana dan investor




  2. Diinvestasikan dalam jenis-jenis investasi yang cocok oleh manajer investasi




  3. Merupakan instrument jangka menengah dan jangka panjang




Dengan dikelolanya dana oleh manajer investasi, pemilik modal tidak perlu dipusingkan dengan pilihan berinvestasi di mana. Selain itu, investasi reksadana juga memungkinkan pemilik modal minim untuk tetap bisa berinvestasi. Hal ini karena dana tersebut tetap bisa ditanamkan untuk kemudian dikumpulkan lalu dikelola.


B. Jenis-Jenis Investasi Reksadana


Reksadana merupakan instrument investasi terlengkap dengan 4 jenis di bawah ini yang sudah di rangkingkan berdasarkan nilai risiko dan return dari yang paling rendah hingga yang tinggi;





  1. Reksadana Pasar Uang




Memiliki risiko dan return paling rendah dari pada reksadana lainnya. Di reksadana pasar uang, manajer investasi (MI) akan mengelola dana anda di SBI (sertifikat bank Indonesia), obligasi jangka pendek (kurang dari satu tahun), dan deposito.





  1. Reksadana Pendapatan Tetap




Sebagian besar dana anda akan diinvestasikan di obligasi oleh manajer investasi. Sisanya masuk ke saham dan atau instrument investasi lainnya. RDPT ini cocok untuk anda yang ingin berinvestasi namun tidak ingin risiko tinggi. Selain itu, juga cocok untuk investasi jangka pendek (1-3 tahun)





  1. Reksadana Campuran




Dana anda akan dikelola secara seimbang, baik di saham maupun obligasi. Dengan diversifikasi seperti ini, reksadana campuran memiliki tingkat risiko yang aman dan return yang cukup. Selain itu RDC ini juga bisa anda lakukan dalam jangka menengah (dari 3 hingga 10 tahun).





  1. Reksadana Saham




Jenis reksadana terakhir inilah yang memiliki nilai return yang sangat tinggi, sebanding dengan risiko yang menyertainya. Oleh karena itu, anda yang berani mengambil risiko tersebut sangat disarankan untuk memilih reksadana yang satu ini. Anda tidak perlu khawatir dengan dana yang anda investasikan, karena reksadana yang satu ini tetap menyimpan atau mengelola uang anda di instrument lain meski dalam presentase yang sangat kecil. Perlu anda tahu, untuk memainkan instrument saham, anda perlu melakukannya hingga lebih dari 10 tahun, dengan tujuan mendapatkan average yang positif. Karena dengan semakin banyaknya variable yang dijumlahkan setiap hari, bulan, dan tahun. Akan meningkatkan peluang anda untuk mendapatkan return yang positif dan meningkat.


C. Risiko Umum Investasi Reksadana


Menguntungkan bukan berarti tidak berisiko, berikut beberapa risiko umum yang terjadi pada investasi reksadana:





  1. Keuntungan tidak dijamin




  2. Risiko umum pasar modal




Bagaimanapun perkembangan ekonomi tidak bisa dilepaskan dari kondisi politik, kebijakan pemerintah, pergerakan suku bunga, dan lain-lain.





  1. Risiko efek




  2. Risiko likuiditas




  3. Risiko inflasi




  4. Risiko ketidakpatuhan




  5. Risiko manajer investasi




Maksudnya, tergantung pada pengalaman, pengetahuan, dan keahlian dari manajer investasi dalam mengelola dana anda.


E. Untung Rugi Investasi Reksadana


Berinvestasi di reksadana juga memiliki keuntungan dan kerugiannya sendiri, simak untung ruginya berikut ini:


E.1 Keuntungan Investasi Rekasadana:


a. Langsung ditangani oleh ahlinya


Ahli yang dimaksud di sini adalah manajer investasi, orang-orang yang sudah memiliki pengalaman dan selalu mengikuti perkembangan pasar. Sehingga dana yang anda investasikan juga akan diinvestasikan ke instrument-instrumen terbaik sesuai dengan kebutuhan anda.


b. Praktis, tidak ribet, dan transparan


Dengan menyerahkan pada ahlinya, tentunya anda tidak perlu memantau setiap detik, menit, jam, dan hari. Dengan kata lain, anda tidak perlu menghabiskan waktu berharga anda untuk menghadap laptop dan mengikuti perkembangan pasar. Anda bisa tetap tenang bekerja atau melakukan aktivitas positif lainnya untuk menghasilkan uang. Lagipula, laporannya akan tetap transparan dan dikirimkan kepada anda.


c. Tidak memerlukan modal yang besar


Berbeda dengan saham, dengan dana minimal pun anda bisa berinvestasi. Bahkan cukup dengan uang ratusan ribu rupiah saja setiap bulannya.


d. Risiko bisa diminimalisir


Risiko ini berkenaan dengan risiko masing-masing instrument investasi. Dengan berinvestasi di reksadana, anda bisa melakukan diversifikasi instrument investasi. Mengapa diversifikasi menjadi penting? Karena dengan diversifikasi, anda bisa membagi dan menyeimbangkan antara risiko dengan return sesuai dengan yang anda inginkan.


E.2 Kerugian Berinvestasi Reksadana


Anda akan mengalami kerugian dalam berinvestasi di sini jika risiko-risiko yang telah disebutkan di atas tidak menjadi fokus anda. Salah satunya keuntungan yang didapatkan tidak dijamin di sini. Meskipun dikelola oleh ahlinya, bisa jadi dana investasi anda mengalami kerugian, dan tentu saja kerugian ini tidak dijamin. Hal yang bisa anda lakukan untuk meminimalisir ini adalah dengan memilih mitra atau partner investasi terbaik. Sehingga dana investasi anda dapat berkembang secara optimal tanpa kekhawatiran yang berarti.


Selain itu, dengan berinvestasi reksadana anda juga harus merelakan sebagian keuntungan anda untuk manajer investasi yang telah meluangkan waktu dan tenaganya untuk mengelola dana anda. Hal ini tetap berlaku meskipun anda mengalami kerugian. Namun anda tidak perlu khawatir juga, sebab biayanya relatif ekonomis.


F. Mengapa Harus Memilih Investasi Reksadana


Investasi reksadana menjadi pilihan terbaik bagi anda. Apalagi jika anda adalah pemula dalam hal investasi ini. Dan setidaknya ada tiga alasan kenapa anda harus memilih investasi reksadana;





  1. Tidak mengganggu aktivitas anda lainnya




Dengan berinvestasi di reksadana anda dapat melakukan aktivitas lainnya seperti bekerja di perusahaan, berwirausaha, dan melakukan aktivitas lain yang bisa menghasilkan uang. Dengan reksadana, waktu berharga anda akan benar-benar bernilai uang tanpa harus mengkhawatirkan dana yang anda investasikan tidak terkelola dengan baik.





  1. Kekuatan reksadana adalah diversifikasinya




Jenis investasi ini memungkinkan dana investasi anda secara otomatis terdiversifikasi. Artinya, bisa anda pecah atau anda bagi ke dalam beberapa instrument investasi, tidak hanya di saham saja atau di kas atau tunai saja. Diversifikasi memungkinkan anda untuk memperoleh hasil perkembangan dana yang maksimal dengan risiko sedang yang menyertainya.





  1. Sebuah investasi yang mudah untuk dilakukan




Jika biasanya anda harus menguasai satu instrument investasi ketika anda memutuskan untuk memilih instrument tersebut, di sini anda tidak perlu melakukannya. Anda hanya cukup mengetahui dasarnya sebagai pengetahuan umum, sisanya anda bisa mempercayakannya kepada manajer investasi yang lebih berkompeten. Pengetahuan dasar tersebut juga bisa memperkaya pengetahuan anda dalam memilih beberapa instrument investasi yang cocok sebagai diversifikasi investasi anda.


G. Panduan Cara Investasi Reksadana Bagi Pemula


Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, investasi reksadana memang sangat menguntungkan. Namun tetap saja, jika anda adalah pemula dalam hal ini, perlu mengikuti beberapa prosedur di bawah ini;





  1. Tentukan tujuan dengan jelas




Dalam berbagai hal, tujuan merupakan hal yang sangat penting, tak terkecuali dalam berinvestasi. Tentukan tujuan anda berinvestasi, seperti untuk menikah, naik haji, dana pendidikan, dana pensiun, dan yang lainnya. Dengan mempunyai tujuan yang jelas ini anda dapat dengan mudah mengetahui jangka waktu berinvestasi anda serta mengetahui instrument apa yang akan anda pilih saat diversifikasi.





  1. Menganalisa kondisi keuangan juga perlu




Setelah tujuan, jangka waktu dan instrument, keuangan anda menjadi hal penting yang menjadi konsentrasi anda. Sebabnya, investasi harus dilakukan dalam jangka waktu yang relatif lama dan memerlukan kedisiplinan anda. Hitunglah dana tak terpakai anda (setiap bulan) untuk mempermudah anda dalam menganalisa keuangan.





  1. Tambahkan informasi mengenai reksadana terbaik




Banyaklah membaca untuk mengetahui reksadana terbaik anda. Media elektronik dan media cetak bisa menambahkan khasanah anda tentang investasi reksadana lalu memilih partner terbaik anda. Bagaimanapun dana anda akan dikelola oleh mereka, jadi teliti dulu sebelum membeli jasanya.





  1. Saatnya memilih yang paling baik dan cocok




Jika anda merasa sudah cukup informasi dan yakin pada salah satu jenis reksadana. Sekaranglah saatnya menjatuhkan pilihan.


H. Istilah-Istilah yang Perlu Diketahui dan Dipelajari dalam Investasi Reksadana


Berikut adalah istilah-istilah yang sering dipakai dalam investasi reksadana dan perlu anda ketahui;





  1. NAB atau Nilai Aktiva Bersih




  2. NAB/UP (nilai aktiva bersih per unit penyertaan)




  3. Capital gain




  4. UP atau unit penyertaan




  5. Biaya Jual dan Beli




  6. Management Fee




  7. Subscription and redemption




  8. Emiten




  9. IPO atau Initial Public Offering




  10. Right Issue




  11. Kontrak investasi Kolektif (KIK)




  12. Efek




  13. Prospektus




  14. Portofolio Efek




Nah, akhir kata itulah pokok pembahasan kita mengenai Investasi Reksadana, semoga dapat bermanfaat ya bagi yang ingin belajar tentang investasi pada umumnya dan belajar investasi reksadana pada khususnya. Silahkan rate materi ini jika Anda suka dan tentunya bermanfaat untuk Anda.

Comments

Popular posts from this blog

Tips Cepat Dapat Rider Go-Jek, Ganti Saja Nama Pemesan Dengan Nama Artis

Nasabah Bank Mandiri di Bengkulu ini Tiba-tiba Terima Uang Rp. 100 Triliun

Trik Marketing Unik Starbucks, Salah Tulis Nama Agar Pelanggannya Kesal!